Tampilkan postingan dengan label Paluta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Paluta. Tampilkan semua postingan

Lambang Padang Lawas Utara


Pengertian dari lambang Padang Lawas Utara adalah :
  1. Perisai Bintang Melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Perisai Hamparan Melambangkan Filosofis Masyarakat Padang Lawas Utara, Hidup Dalam Potensi Pertanian Yang Berteknologi.
  3. Perisai Hamparan Mengisyaratkan Atau Mencerminkan Lembaga Masyarakat Musyawarah Untuk Mengambil Keputusan, Baik Lembaga Adat (Dalihan Natolu) Maupun Lembaga Pemerintah Sesuai Dengan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 37. Dua Tiang Tangga Tujuh Anak Tangga Menandakan Dua Ribu Tujuh, Tahun Terbentuknya Padang Lawas Utara (Pitu Sundut Suara Mara, Pitu Sundut Hamamora)
  4. Perisai Padi Dan Kapas Padi Satu Tangkai, Sepuluh (Dua Butir Serangkai) Dan Kapas Satu Tangkai Delapan Kuntum Melambangkan, Tanggal Sepuluh Bulan Delapan, Cita-Cita Ingin Mencapai Masyarakat Yang Adil, Makmur Dan Sejahtra.
  5. Perisai Padang Lawas Utara Melambangkan Sebuah Nama Daerah Kabupaten, Yang Dibentuk Berdasarkan Undang-Undang No. 37 Tahun 2007 Dengan Singkatan Paluta.
  6. Perisai Lima Segi Warna Dasar Linmas Melambangkan Wilayah Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Padang Lawas Utara Yang Berdaulat, Lahan Yang Luas Dan Berdaulat.
  7. Perisai Lima Segi Warna Dasar Linmas Melambangkan Pancasila Dan Poda Nalima Yang Sejuk Dan Damai.

PODA NA LIMA

Dalam kehidupan sehari-hari di Tanah Batak ada salah satu pijakan moral yang dinasehatkan secara turun-temurun dari generasi ke generasi berikutnya di Tanah Batak. Disekolahpun ketika duduk dibangku sekolah dasar setiap sekolah di Tanah Batak sebagai salah satu ajaran muatan lokal, guru selalu mengajarkan dan mengingatkan kepada murid-muridnya arti pentingnya "Poda Na Lima"


Apa itu Poda Na Lima ? terjemahan bebasnya kurang lebih adalah "Nasehat yang Lima". Poda Na Lima isinya adalah : 
1. Paias Rohamu( bersihkan hatimu)
2. Paias Pamatangmu ( bersihkan badan/ragamu )
3. Paias Pah(k)eanmu ( bersihkan pakaianmu )
4. Paias Bagasmu ( bersihkan rumahmu )
5. Paias Pakaranganmu ( bersihkan pekaranganmu )
Secara harfiah bisa ditafsirkan kalau kita harus selalu bersih jiwa, raga, pakaian yg melekat(membungkus) ditubuh, tempat tinggal (keluarga) dan pekarangan (lingkungan tempat kita tinggal). 

Gule Silalat Naiduda

Sakadar manaringoti pala get manggule silalat naiduda, porlu mai hita siapkon :
 1. Losung dot indaluna
2. Bulung nisilalat (jalaki naposo-poso nai dot na lambok bulung nai)
3. Arambir
4. Rimbang
5. Arias (pala adong attong bungo nai, so mur matabo)
6. Lasiak
7. Alas sacukupna
8. Habo (pala adong, pala ngadong baen joring, pala inda adong juo nangkon baen)
9. Ikan sale pangarotcana (tarlobi-lobi ihan limbat sanga lelan pola dapot garing)
10. Sira
11. Sangge-sangge

Cara pamasakna :

Kuhur manigor harambir sacukupna, poro santan nai masukkon tu kuali, masukkon muse lasiak nadung igiling dot alas nadung igiling, tuk-tuk tu panggilingan i sangge-sangge sanjongkal, pudun sakali, masukkon tu santannai, gaor ma palan.

MANGUPA DI NA HAROAN BORU


Di haroro ni PARUMAEN tarmasuk ma on godang ni roha, di masyarakat ADAT BATAK ANGKOLA, PADANG LAWAS, MANDAILING, dohot sude na mardatkon adat BATAK di Tapanuli Selatan.


Godang ni roha on, dibaen mangihutkon hamoraon ni sada sada halak i. Ia anggo halak na marharto na bahat, dibaen do sada godang ni rohana, nada on dilanglang pangusayang. Muda di halak na marsuada, ra doi sondat ni sarat sarupo poda. Harana di adat on pe, adong do horja na godang, adong horja panonga, songoni muse adong horja namenek. Sudena i mangihutkon lahanan/landasan ni harejo, horja si godang ni roha ido lahanan ni pangupa on adong do opat ragam :
Manuk
Hambeng (horbo janggut)
Horbo (na bontar)
Pira manuk

Suku Batak Padang Lawas


Suku Batak Padang Lawas, adalah suatu komunitas masyarakat, salah satu dari sekian banyak rumpun Batak. Mereka bermukim di kabupaten Padang Lawas dan kabupaten Padang Lawas Utara yang berada di provinsi Sumatra Utara. Suku Batak Padang Lawas disebut juga sebagai suku Batak Padang Bolak.



Suku Batak Padang Lawas, secara sejarah asal usul kemungkinan besar masih terkait erat dengan suku Batak Mandailing. Sebelumnya orang Batak Padang Lawas diakui sebagai sub-suku dari suku Batak Mandailing. Tapi karena komunitas ini hidup di wilayah yang terpisah dengan masyarakat suku Mandailing, saat ini suku Batak Padang Lawas ini diakui sebagai suku tersendiri yang disebut sebagai suku Padang Lawas atau suku Batak Padang Lawas.


Kamus Bahasa Batak Angkola - Mandailing

Mini Kamus Bahasa Batak Angkola – Mandailing
abit
kain sarung
aek
air
alak
orang
alak na jaji
orang awam
amangboru 
suami namboru
amanta 
ayah
ambaen 
guna
ambeng
kambing
anak boru
pihak ketiga (barisan menantu)dalam sistem masyarakat dalian na  tolu
andirang 
dahulu  kala
andor 
tali
anduhur 
menjulur
anggi
adik
ari
hari
arirang
hutan
asa 
supaya

Upacara Adat Perkawinan Etnis Batak Angkola - Mandailing

Acara adat dalam etnis Batak Angkola–Mandailing terdiri atas siluluton (duka cita) dan siriaon (suka cita).
Upacara perkawinan adalah horja (pesta) adat suka cita.
Pada garis besarnya, perkawinan menurut masyarakat Angkola-Mandailing dapat dilakukan dengan dua cara, yakni:

1) Sepengetahuan keluarga yang disebut dengan istilah dipabuat
2) Perkawinan tanpa persetujuan orangtua yang disebut dengan marlojong

Daftar Nama Kecamatan Kelurahan/Desa & Kodepos Di Kabupaten Padang Lawas Utara

Berikut ini adalah daftar nama-nama desa dan Kecamatan beserta nomor kode pos (postcode / zip code) pada Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Republik Indonesia.



1. Kecamatan Batang Onang
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Batang Onang di Kota/Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) :
- Kelurahan/Desa Batang Onang Baru (Kodepos : 22762)
- Kelurahan/Desa Batang Onang Lama (Kodepos : 22762)
- Kelurahan/Desa Batu Mamak (Kodepos : 22762)
- Kelurahan/Desa Batu Nanggar (Kodepos : 22762)
- Kelurahan/Desa Batu Pulut (Kodepos : 22762)
- Kelurahan/Desa Bonan Dolok (Kodepos : 22762)
- Kelurahan/Desa Galanggang (Kodepos : 22762)

Cara Memasak Holat Balakka

MAKANAN SEHAT YANG UNIK
Siapkan bahan-bahan sebagai berikut:
1. Batang balakka pada bagian yang berkulit tebal
2. Potongan ikan mas lalu di panggang
3. garam secukupnya
4. Jeruk nipis secukupnya (pola asam galugur, asam riang_riang muda adong dapot)
5. Jahe
6. Bawang merah
7. Beras kampung
8. Cabai rawit

Metode pembuatan:
1. Serut kulit balakka setelah membuang bagian paling luar (kulit ari). Sebaiknya, serutan itu tak sampai kandas ke bagian batang.

Holat Balakka Masakan Khas Paluta Mempunyai Khasiat Menyembuhkan Berbagai Macam Penyakit

Sudah pernah mencipipi holat dan pakkat, itu adalah masakan masyarakat Kabupaten Padanglawas Utara. Holat adalah hasil irisan dari kulit kayu balakka, sedangkan pakkat dibuat dari bagian ujung kayu rotan muda dan yang sudah dipanggang dan campur kulit kayu balaka yang hanya terdapat di hutan Tapanuli Bagian Selatan.

Masakan dari ikan bakar yang berkuah segar itu adalah salah satu menu makanan Cara pembuatannya tidak sulit, cuma dengan mengupas ujung rotan yang sudah dibakar kemudian memotong-motong bagian isinya, serta merebus selama 30 menit. Kemudian umbut rotan ditaruh dalam sebuah mangkok agar cepat dingin. Selanjutnya kayu balaka yang sudah disediakan pun dikikis untuk mengambil bagian luar kulit kayu ini. Barulah selanjutnya dicampurkan ke mangkok Setelah itu, berbagai macam rempah yang sudah digiling halus dimasukkan ke dalam rebusan air agar membuat aroma masakan ini lebih nikmat. 

Candi bahal Portibi Paluta, Sejarah Yang Terlupakan

Gunung Tua, Potensi wisata Sumatera Utara memang luar biasa, selain alamnya yang begitu indah, di beberapa daerah Sumatera Utara juga memiliki ragam budaya, kuliner dan berbagai artefak peninggalan masa lampau, yang luar biasa dan bernilai sejarah yang tinggi.

Di kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) ada sejarah tertulis yang sangat mengagumkan. Orang menyebutnya Candi Bahal  Portibi.

Candi yang terletak di kabupaten yang memiliki letak geografis yang meliputi dataran, perbukitan dan pegunungan serta potensi keindahan alamnya, membuat daerah ini kerap menjadi objek kunjungan wisatawan dalam dan mancanegara.

Padang Lawas Utara (Paluta)


Padang Lawas Utara disingkat dengan Paluta merupakan pemekaran kabupaten baru dari Kabupaten Tapanuli Selatan pada tahun 2007. Dasar hukum pendirian Kabupaten Padang Lawas Utara adalah Undang-undang RI No 37 Tahun 2007 yang disyahkan tanggal 10-08-2007 dimana pemerintahan dipusakan di Gunung Tua. .

Nama Padang Lawas diambil dari bahasa batak,”Padang” berarti tanah datar, “Lawas” berarti luas, Padang Lawas Utara berarti tanah yang luas.


Kabupaten Padang Lawas Utara, terletak di Propinsi Sumatera Utara. Secara Geografis terletak pada garis 113’50’’ - 22’32’’ Lintang Utara dan 9920’44’’ - 10019’10’’ Bujur Timur dengan bats administratif : 
Sebelah utara berbatasan dengan dengan Kecamatan NA IX-X, Kecamatan Bilah Hulu, Kecamatan Sungai Kanan, Kecamatan Kota Pinang Kabupaten Labuhan Batu Selatan

Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Batang Angkola, Kecamatan Padang Sidimpuan Timur, Kecamatan Sipirok, Kecamatan Arse, Kecamatan Saipar Dolok Hole, Kecamatan Aek Bilah Kabupaten Tapanuli Selatan.
Sebelah timur berbatasan Kabupaten Rokan Hilir dan Kabupaten Rokan Hulu Propinsi Riau
Sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Huristak, Kecamatan Barumun Tengah, Kecamatan Sosopan Kabupaten Padang Lawas