Tampilkan postingan dengan label ISO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISO. Tampilkan semua postingan

Tanya jawab ISO 14000

Apa sebenarnya standar ISO 14000 series dan apa saja yang tercakup di dalamnya?
ISO 14000 series merupakan seperangkat standar internasional bidang manajemen lingkungan yang dimaksudkan untuk membantu organisasi di seluruh dunia dalam meningkatkan efektivitas kegiatan pengelolaan lingkungannya. Perumusan standar ISO 14000 series diprakarsai dunia usaha sebagai kontribusi terhadap pencapaian Pembangunan Berkelanjutan yang disepakati dalam KTT Bumi di Rio de Janeiro Tahun 1992. Wakil pihak pemerintah, dunia usaha, pakar, praktisi dan pihak lain yang berkepentingan terlibat dalam perumusan standar tersebut. ISO 14000 series mencakup beberapa kelompok perangkat pengelolaan lingkungan, a.l Sistem Manajemen Lingkungan, Audit Lingkungan, Evaluasi Kinerja Lingkungan, Ekolabel, dan Kajian Daur Hidup Produk. Penerapan standar tersebut bersifat sukarela. Standar yang paling populer adalah ISO 14001 Sistem Manajemen Lingkungan yang menjadi dasar sertifikasi ISO 14001.

Komite Akreditasi Nasional (KAN)

Apakah Komite Akreditasi Nasional (KAN) itu? :
KAN merupakan lembaga non struktural yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Presiden . Anggotanya merupakan perwakilan dari stakeholder yang terdiri dari: instansi pemerintah, dunia usaha, konsumen, cendekiawan dan kalangan profesional. Dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Negara Riset dan Teknologi selaku Ketua DSN No.: 465/IV.2.06/HK.01.04/9 Tahun 1992 tentang Komite Akreditasi Nasional, jucnto Keputusan Presiden Nomor 13 tahun 1997 tentang Badan Standardisasi Nasional, juncto Keputusan Presiden Nomor 78 tahun 2001 tentang Komite Akreditasi Nasional.
KAN adalah satu-satunya lembaga yang diberi otoritas untuk menyediakan jasa layanan akreditasi lembaga penilaian kesesuaian (laboratorium, lembaga inspeksi, lembaga sertifikasi) di Indonesia
Apa perbedaan “akreditasi” dengan “sertifikasi” ? :
Akreditasi adalah pengakuan formal yang diberikan oleh badan akreditasi terhadap kompetensi suatu lembaga atau organisasi dalam melakukan kegiatan penilaian kesesuaian tertentu.

Tujuan Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008

Banyak yang  berpikir bahwa sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 dapat meningkatkan profit dari suatu perusahaan padahal bila melihat klausul-klausul ISO 9001:2008 tak ada satu pun klausul yang membahas urusan finansial

Klausul-klausul ISO 9001:2008 seluruhnya hanyalah membahas masalah sistem; bagaimana membuat target; menjabarkan action plan; membuat perencanaan; melakukan apa yang telah direncanakan; dan mengevaluasi hasil. Kesemua hal ini sejatinya baik secara langsung maupun tak langsung tentu dapat meningkatkan profit meskipun sudah barang tentu ini berkaitan erat dengan keberhasilan tim marketing atau sales dalam menggaet pelanggan. Namun yang perlu ditekankan adalah bahwa ISO 9001:2008 tidak menjamin hal tersebut. Lalu apa sebetulnya yang menjadi tujuan diterapkannya sistem manajemen mutu ISO 9001:2008?

Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008

Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 dibangun atas 8 (delapan) prinsip. Kedelapan prinsip yang merupakan ruh dari standar ISO 9001:2008 ini dituangkan dalam bentuk klausul-klausul (persyaratan) sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 sebagai berikut :

1. Fokus Pada Pelanggan
Keberlangsungan suatu perusahaan sangatlah bergantung kepada pelanggannya. Oleh karena itu, pelanggan menjadi salah satu fokus penting yang harus diperhatikan. Perusahaan yang menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 diharuskan memiliki strategi khusus untuk terus menerus memantau kepuasan pelanggan. Beberapa hal yang harus dilakukan terkait prinsip ini adalah:
  • Meneliti dan memahami kebutuhan dan harapan pelanggan
  • Memastikan bahwa tujuan organisasi selaras dengan kebutuhan dan harapan pelanggan.
  • Mengkomunikasikan pentingnya memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan di seluruh tingkatan organisasi.
  • Mengukur kepuasan pelanggan (survey kepuasan pelanggan) dan menindaklanjuti hasilnya.
  • Memastikan pendekatan yang seimbang antara kepuasan pelanggan dan kepuasan pihak berkepentingan lainnya (seperti pemilik, karyawan, pemasok, pemodal, masyarakat lokal dan masyarakat secara keseluruhan).

Download SNI ISO 9001 : 2008, SNI ISO 22000 : 2009, SNI 19-14001:2005

Jika selama ini ISO 9001:2008, ISO 9004:2009, ISO 14001: 2004 , ISO 22000, ISO 19011, atau ISO 17021 dikenal sebagai standard manajemen yang diterbitkan oleh ISO, maka sebenarnya standard-standard ini juga telah diterbitkan oleh BSN sebagai Standard Nasional Indonesia (SNI). 
Beberapa standard tersebut secara resmi diadopsi menjadi SNI seperti SNI ISO 9001:2008, SNI ISO 9004:2009, dan sebagainya. Isinya sama persis, biasany berupa terjemahan dalam bahasa Indonesia, tetapi ada pula yang tetap berupa bahasa Inggris. 

Jika tertarik dengan berbagai SNI, baik yang asli produk Indonesia maupun yang berupa adopsi murni dari lembaga lain silahkan unduh di website BSN


Silahkan unduh SNI dibawah ini dengan mengklik judulnya


Langkah-Langkah Mendapatkan Sertifikat ISO 9001 : 2008

Kebanyakan kita mungkin bingung, darimana harus memulai proses mendapatkansertifikat ISO 9001:2008, berikut ini langkah mudah untuk mendapatkan sertifikat ISO 9001:2008
:
1. Top Manajemen harus memutuskan untuk menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008.
2. Top Manajemen harus menyiapkan sumber daya yang mumpuni untuk menerapkan keputusan di atas.   Persiapan tersebut berupa:
a)   Kebutuhan sumber daya manusia seperti Management Representative atau Kordinator ISO dan Tim ISO untuk menyiapkan, menerapkan, memelihara dan mengembangkan sistem manajemen mutu di perusahaan.
b) Kebutuhan Waktu. Setidaknya lakukan pertemuan Tim ISO 2 jam perhari atau bisa digabung menjadi sehari dalam seminggu untuk 3 bulan pertama penerapan guna memastikan semua persyaratan ISO dipenuhi.
c)    Kebutuhan Biaya untuk Konsultan ISO 9001 dan Sertifikasi ISO 9001

Dokumen Wajib Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008

Kendala utama perusahaan yang ingin menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 adalah sistem dokumentasi perusahaan yang belum lengkap. ISO 9001:2008 menuntut perusahaan yang hendak membenahi sistem manajemen mutunya untuk membuat sekurang-kuranganya 6 (enam) Prosedur Kerja dan 21 (duapuluh satu) Catatan/Rekaman Mutu.

Dokumen apa saja yang harus dibuat untuk menerapkan ISO 9001:2008 ..?, beikut daftar dokumen yang diwajibkan oleh Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008:

Prosedur Kerja
  1. Prosedur Pengendalian Dokumen
  2. Prosedur Pengendalian Rekaman Mutu
  3. Prosedur Pengendalian Produk Tidak Sesuai (Non-Conforming Product)
  4. Prosedur Prosedur Internal Audit
  5. Prosedur Tindakan Perbaikan
  6. Prosedur Tindakan pencegahan

ISO 19011 : 2011 Panduan Audit Terbaru ISO

Setelah beberapa kali revisi terkait perubahan tren manajemen yang terbaru maka pada Desember 2011 ISO mengeluarkan panduan audit sistem manajemen ISO yang terbaru yaitu ISO 19011:2011 Guidelines for Auditing Management Systems. Panduan audit ini merupakan revisi pertama dari ISO 19011:2001 Guidelines for Auditing quality and/or environment management system. Ada beberapa perubahan yang terjadi dalam ISO 19011 versi terbaru ini diantaranya adalah :

1. Panduan Audit ini dinyatakan sebagai panduan audit untuk seluruh sistem manajemen bukan hanya untuk audit mutu dan atau lingkungan

Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2004


Sebagai upaya mewujudkan organisasi / perusahaan yang ramah lingkungan atau peduli dengan lingkungan maka dibutuhkan upaya nyata untuk melakukan hal tersebut melalui suatu sistem pengelolaan / manajemen lingkungan yang handal, efektif, terdokumentasi, serta mendorong untuk selalu dilakukan peningkatan seperti halnya penerapan Sistem Manajemen Lingkungan mengacu pada standar ISO 14001;2004. Hal ini perlu dukungan dari semua pihak, baik manajemen, karyawan serta semua pihak yang terkait. ISO 14001 sebagai referensi untuk menjalankan sistem manajemen lingkungan merupakan standar internasional yang di terbitkan oleh ISO “ International Standards for Organitation” dimana prinsip dasar nya adalah “control” terhadap semua aspek yang dapat berdampak negatif terhadap lingkungan. Ada berbagai tahapan untuk dapat mengembangkan, menerapkan, memelihara dan meningkatkan efektifitas sistem diantaranya:

Tahap 1: Persiapan

Tahap 1: Pengembangan
Tahap 3: Penerapan
Tahap 4: Evaluasi dan Monitoring
Tahap 5: Sertifikasi
Tahap 6: Pemeliharaan dan Improvement